Sabtu, 09 Februari 2013

SQL Injection


Cara Hacking Website dengan teknik SQL Injection
Cara ngehacking web atau biasa disebut web attack sangat banyak caranya, salah satunya dengan cara SQL injection.
Apa itu SQL injection ?
SQL injection terjadi ketika attacker bisa meng-insert beberapa SQL statement ke ‘query’ dengan cara manipulasi data input ke applikasi tsb.
 SQL Injection adalah sebuah aksi hacking yang dilakukan diaplikasi client dengan cara memodifikasi perintah SQL yang ada dimemori aplikasi client dan juga merupakan teknik mengeksploitasi web aplikasi yang didalamnya menggunakan database untuk penyimpanan data.

PEMBAGIAN IPv4 dan IPv6


IP terbagi dari 2 versi, yaitu IP versi 4 dan IP versi 6.
A.     IPv4

1.      Version, bersisi versi dari IP yang dipakai
2.      Header Length, berisi panjang dari header paket IP ini dalam hitungan 32 bit word
3.      Type of service, berisi kualitas service yang dapat mempengaruhi cara penanganan paket IP ini.
4.      Total Length of Datagram, panjang IP datagram total dalam ukuran byte.
5.      Identification, Flag dan Fragment Offset, berisi beberapa data yang berhubungan dengan fragmentasi paket.
6.      Time to Live, berisi jumlah router/hop maksimal yang boleh dilewati paket IP.
7.      Protocol, mengandung data yang mengidentifikasikan protokol layer atas pengguna isi data dari paket IP.
8.      Header Checksum, berisi nilai checksum yang dihitung dari seluruh field dari header paket IP.
9.      IP Address penerima dan pengirim, berisi alamat pengirim dan penerima paket.
10.  Strict Source Route, berisi daftar lengkap IP Address dari router yang harus dilalui oleh paket ke host tujuan.


B.     Header IPv6
Header IPv6 ini akan selalu ada dengan ukuran yang tetap yaitu 40 bytes. Header ini merupakan penyederhanaan dari header IPv4 dengan menghilangkan bagian yang tidak diperlukan atau jarang digunakan dan menambahkan bagian yang menyediakan dukungan yang lebih bagus untuk komunikasi masa depan yang sebagian besar adalah trafik real-time.
Beberapa perbandingan kunci dari header IPv4 dan IPv6 :
Jumlah header field berkurang dari 12 (termasuk option) pada header IPv4 menjadi 8 pada header IPv6.
Jumlah header field yang harus diproses oleh router antara (intermediate router) turun dari 6 menjadi 4 yang membuat proses forwarding paket IPv6 normal menjadi lebih efisien.
Header field yang jarang terpakai seperti fields supporting fragmentation dan option pada header IPv4 dipindahkan ke extension header IPv6.
Ukuran header IPv6 memang bertambah dua kalinya, yaitu dari 20 bytes pada header minimum IPv4 menjadi tetap sebesar 40 bytes. Namun keuntungannya adalah header untuk pengalamatan menjadi 4 kali lebih panjang dari IPv4 (dari 32 menjadi 128 bit) yang menyebabkan tersedianya jumlah alamat yang jauh lebih besar.
Extension headers
Header dan extension header pada IPv6 ini menggantikan header dan option pada IPv4. Tidak seperti options pada IPv4, extension headers IPv6 tidak memiliki ukuran maksimum dan dapat diperluas untuk melayani kebutuhan komunikasi data di IPv6. Jika pada header IPv4 semua option akan dicek dan diproses jika ada maka pada extension headers IPv6 hanya ada satu yang harus diproses yaitu Hop-by-Hop Options. Hal ini akan meningkatkan kecepatan pemrosesan header IPv6 dan meningkatkan kinerja forwarding paket IPv6. Extension header yang harus didukung oleh setiap titik IPv6 yaitu :
- Hop-by-Hop Options header
- Destination Options header
- Routing header
- Fragment header
- Authentication header
- Encapsulating Security Payload header