Terminologi
Data Ware House dan Business Intelligence
1. Warehouse
Data
Warehouse (yang secara harafiah berarti gudang data) adalah kumpulan seluruh
data yang dimiliki oleh perusahaan yang didesain untuk melakukan analisis
dan pelaporan, dan bukan untuk pemrosesan transaksi. Jadi,
dalam istilah yang lebih sederhana, data warehouse adalah basis data
yang ditujukan untuk analisis, pelaporan, dan terkadang juga untuk penambangan
pengetahuan (knowledge mining).
Menurut Vidette Poe, data warehouse merupakan database yang bersifat
analisis dan read only yang digunakan sebagai fondasi dari sistem
penunjang keputusan.
Menurut Paul Lane, data warehouse merupakan
database relasional yang didesain lebih kepada query dan analisa dari
pada proses transaksi, biasanya mengandung history data dari proses
transaksi dan bisa juga data dari sumber lainnya. Data warehouse
memisahkan beban kerja analisis dari beban kerja transaksi dan memungkinkan
organisasi menggabung/konsolidasi data dari berbagai macam sumber.
Dari definisi-definisi yang dijelaskan tadi, dapat disimpulkan data
warehouse adalah database yang saling bereaksi yang dapat digunakan untuk query
dan analisisis, bersifat orientasi subjek, terintegrasi, time-variant,tidak
berubah yang digunakan untuk membantu para pengambil keputusan.
Jadi,
Data Warehouse merupakan motode dalam perancangan database yang menunjang
DSS (Decission Support System) dan EIS (Executive Information System).
Data warehouse adalah database yang berisi data dari beberapa system
operasional yang terintegrasi dan terstruktur sehingga dapat digunakan untuk
mendukung analisa dan proses pengambilan keputusan dalam bisnis. Data warehouse
didesain untuk dapat melakukan query dengan cepat. Informasi diturunkan dari
data lain, dilakukan rolling up untuk dijadikan ringkasan, dilakukan operasi
drilling down untuk mendapatkan informasi lebih detail, atau melihat pola yang
menarik atau melihat trend (kecenderungan).
Istilah-istilah yang berkaitan
dengan data warehouse :
1. Data Mart
2. On-Line Analytical
Processing(OLAP)
3. Data Maining
keuntungan data warehouse adalah
sebagai berikut :
- Data diorganisir dengan baik untuk query analisis dan sebagai bahan untuk pemrosesan transaksi.
- Perbedaan diantara struktur data yang heterogen pada beberapa sumber yang terpisah dapat diatasi.
- Aturan untuk transformasi data diterapkan untuk memvalidasi dan mengkonsolidasi data apabila data dipindahkan dari database OLTP ke data warehouse.
Masalah
keamanan dan kinerja bisa dipecahkan tanpa perlu mengubah sistem produksi
2. Data Mart
Data mart adalah repositori dari data dikumpulkan dari
Database yang seLANjutnya dapat melayani tujuan dari suatu kepentingan tertentu
atau kelompok tertentu. Dalam pengembangan perangkat lunak produk, Data mart
membantu dalam memenuhi tuntutan spesifik dari kelompok pengguna dalam hal
konten, akses analisis, dan presentasi secara keseluruhan.
Mart data memiliki berbagai
keuntungan. Ini adalah terutama sebagai berikut:
- Akses mudah ke data yang sering digunakan
- Penciptaan pandang kolektif untuk sekelompok pengguna
- Peningkatan respon-time dari pengguna akhir
- Fleksibel dan mudah cara pembuatan
- Lebih hemat biaya daripada Data warehouse
- Definisi pengguna lebih jelas dari sebuah gudang data.
Data mart memiliki kelemahan tertentu juga. Data mart tidak bisa sepenuhnya
menilai kinerja LAN berbasis sistem manajemen database sementara port dari satu
lingkungan yang lain. Juga, data mart dapat mendukung kelompok-kelompok
pengguna kecil atau sederhana sumber data, yang tidak ideal untuk aplikasi
perangkat lunak didistribusikan dan pengembangan skala besar Perusahaan-lebar
sistem manajemen database.
Karakteristik Data Mart
- Data mart memfokuskan hanya pada kebutuhan-kebutuhan pemakai yang terkait dalam sebuah departemen atau fungsi bisnis.
- Data mart biasanya tidak mengandung data operasional yang rinci seperti pada data warehouse.
- Data mart hanya mengandung sedikit informasi dibandingkan dengan data warehouse. Data mart lebih mudah dipahami.
Perbedaan Data Mart dan Data
Warehouse
Keutungan dan Kerugian Data Mart
- Keuntungan
Data mart dapat meningkatkan waktu
respon pengguna akhir, karena berisi data mentah yang memungkinkan sistem
komputer untuk fokus pada satu tugas, sehingga meningkatkan kinerja. Berbeda
dengan sistem OLTP, data mart juga dapat menyimpan data historis yang
memungkinkan pengguna untuk menganalisis kecenderungan data. Selain itu, data
mart tidak begitu mahal dan kompleks sebagai data gudang untuk setup dan
melaksanakan karena masalah teknis tidak begitu sulit untuk diselesaikan.
- Kerugian
Mmemiliki nilai yang terbatas karena
mereka tidak dapat melihat organisasi secara keseluruhan dan pelaporan dan
analisis potensi terbatas.
3. On-Line
Analytical Processing (OLAP)
Dengan adanya data warehouse,semua informasi baik detail
maupun hasil summary yang dibutuhkan dalam proses analisa mudah didapat.
OLAP Merupakan suatu pemrosesan database yang menggunakan tabel fakta dan
dimensi untuk dapat menampilkan berbagai macam bentuk laporan, analisis, query
dari data yang berukuran besar.
OLAP mendayagunakan konsep data multi dimensi dan
memungkinkan para pemakai menganalisa data sampai mendetail, tanpa mengetikkan
satupun perintah SQL. Hal ini dimungkinkan karena pada konsep multi dimensi,
maka data yang berupa fakta yang sama bisa dilihat dengan menggunakan fungsi
yang berbeda. Fasilitas lain yang ada pada sofware OLAP adalah fasilitas
rool-up dan drill-down. Drill-down adalah kemampuan untuk melihat detail dari
suatu informasi dan roll-up adalah kebalikannya.
Online Analytical Processing (OLAP)
menawarkan metode analisis data secara kompleks dan terkustomisasi yang
disesuaikan dengan kebutuhan akan informasi oleh para analis maupun eksekutif.
Data yang dikelola oleh OLAP berasal dari data warehouse. Pengguna OLAP umumnya
memanfaatkan OLAP dengan pola analisis seperti berikut ini :
- Meringkas dan mengumpulkan sejumlah besar data
- Melakukan filtering, pengurutan, dan memberikan peringkat (rangking)
- Membandingkan beberapa set dari data
- Membuat sketsa/bagan/diagram
- Menganalisis dan menemukan pola dari data
- Menganalisis kecenderungan data
4. OLAP (Online Analytical
Processing)
Pengertian OLAP
Pemrosesan
database yang menggunakan tabel fakta dan dimensi untuk dapat menampilkan
berbagai macam bentuk laporan analisis query transaksi sehari-hari.
Keuntungan OLAP
- Meningkatkan produktifitas pemakai akhir bisnis, pengembang IT, dan keseluruhan organisasi. Pengawasan yang lebih dan akses tepat waktu terhadap informasi strategis dapat membuat pengambilan keputusan lebih efektif.
- Mengurangi “backlog” pengembangan aplikasi bagi staf IT dengan membuat pemakai akhir dapat merubah schema dan membangun model sendiri.
5. MOLAP (Multi Dimensional OLAP)
Pengertial MOLAP
MOLAP
adalah tipe OLAP yang memiliki storage sendiri, yang isinya merupakan
precomputed agregasi data – sum, count, min, max, dan sebagainya – yang
terlibat pada berbagai level detil. Storage ini berupa format yang hanya
dikenali oleh MOLAP server tersebut dan telah khusus dioptimalkan untuk
penggunaan oleh aplikasi tersebut.
Cara kerja MOLAP secara umum dibagi
ke dalam dua tahap sebagai berikut :
- Tahap konstruksi dan populasi data, pada tahap ini sumber data akan dibaca, dilakukan perhitungan agegrasi (summary group) pada berbagai level dimensi, dan hasilnya akan disimpan di storage MOLAP. Jika objek data diperumpamakan dengantable, maka untuk satu cube akan banyak fragmen table yang isinya adalah detil agregasi dari level tertentu.
- Tahap query atau layanan permintaan data analisis, pada tahap ini OLAP Server akan melayani permintaan query dari client dan membaca data dari storage MOLAP. Table yang akan dibaca adalah suatu fragmen yang akan disesuaikan dengan permintaan dari client. Pada fase query ini, jika OLAP Server terputus dengan data source tidak apa-apa karena sudah tidak ada kaitannya.
Keuntungan dari MOLAP ini yang paling jelas adalah performa kecepatan
akses yang sangat baik. Namun kelemahannya adalah jika kombinasi agregasi
data yang dihasilkan untuk semua level, maka ukuran penyimpanan akan bisa lebih
besar daripada sumbernya sendiri.
6. ROLAP (Relational OLAP)
ROLAP
adalah tipe OLAP yang bergantung kepada database relasional atau RDBMS
(Relational Database Management System) sebagai media penyimpanan (storage)
data yang akan diolah. Dengan strategi tersebut maka OLAP Server terhindar dari
masalah pengelolaan data storage dan hanya menerjemahkan proses query analysis
(MDX) ke relational query (SQL).
Otomatis proses optimasi ROLAP akan
sangat ditentukan di sisi produk RDBMS yang digunakan misalkan dari sisi
penanganan jumlah data dan strategi indexing.
Cara kerja ROLAP secara umum adalah
sebagai berikut :
- OLAP client mengirimkan query analisis ke OLAP Server.
- OLAP server akan melakukan pemeriksaan di cache apakah sudah bisa melayani permintaan query dari client tersebut, jika sudah akan dikirimkan.
- Jika pada cache belum terdapat data diminta, akan dilakukan query SQL ke data mart dan hasil eksekusinya disimpan di cache dan dikirimkan kepada client. Demikian seterusnya.
- Cache akan disimpan selama periode waktu tertentu dan akan dibersihkan total jika server dimatikan.
7. Pengertian Business Intelligence
Istilah
Business Intelligence pertama kali didengungkan pada tahun 1989 oleh Howard
Dresner. Dia menggambarkan istilah tersebut sebagai seperangkat konsep dan
metode yang berguna untuk meningkatkan pembuatan keputusan dengan bantuan
sistem yang berbasiskan fakta atau realita yang terjadi. Menurut tim studi
Busines Intelligence pada Departemen Keuangan Indonesia menyatakan, Business
Intelligence (BI) merupakan sistem dan aplikasi yang berfungsi untuk mengubah
data-data dalam suatu perusahaan atau organisasi (data operasional, data
transaksional, atau data lainnya) ke dalam bentuk pengetahuan. Aplikasi ini
melakukan analisis data-data di masa lampau, menganalisisnya dan kemudian
menggunakan pengetahuan tersebut untuk mendukung keputusan dan perencanaan
organisasi(Indonesia, 2007).
Menurut Nadia Branon, Business
Intelligence merupakan kategori yang umum digunakan untuk aplikasi dan
teknologi untuk mengumpulkan, menyimpan, menganalisa, dan menyediakan akses
pada data agar dapat membantu pengguna dari kalangan perusahaan agar dapat
mengambil keputusan dengan lebih baik dan tepat.
Dari definisi itu, dapat dikatakan
bahwa Business Intelligence merupakan suatu sistem pendukung keputusan yang
berdasarkan pada data-data fakta kinerja perusahaan. Business Intelligence
berguna untuk mengefisienkan finansial, manusia, material serta beberapa sumber
daya lainya.
Kegunaan BI
Perusahaan menggunakan BI untuk
memperoleh lebih dalam lagi mengenai segala informasi yang berhubungan dengan
kinerja bisnis. Hal ini digunakan untuk memahami, meningkatkan kinerja,
penganggaran biaya yang lebih efisien dan mengidentifikasi peluang bisnis baru.
Beberapa hal kegunaan BI, antara lain:
- Analisa dalam perilaku konsumen, pola pembelian dan trend penjualan
- Mengukur, melacak dan memprediksi penjualan dan kinerja keuangan
- Penganggaran, perencanaan keuangan dan peramalan
- Mengetahui kinerja kegiatan pemasaran
- Optimalisasi proses dan kinerja operasional
- Meningkatkan efektifitaspengiriman dan pasokan
- Analisa CRM (Customer Relationship Management)
- Analisa Resiko
- Analisa nilai strategis
- Analisa social media



Tidak ada komentar:
Posting Komentar